Jumat, 08 Agustus 2014

Sepercik Harapan part III

*Kriiiiinnnnnnnggggggg
            Bel menandakan pulang sekolah terdengar sangat nyaring di telinga. Seluruh siswa/siswi SMK Harapan pun segera meninggalkan sekolah, tetapi bagi sebagian anak ada yang tetap berada di sekolah untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Saat itu ekstrakulikuler Basket, Paskibra dan Karawitan yang sedang latihan di sekolah. Ada pula beberapa anak yang sibuk mencari wi-fi di depan ruang Tata Usaha.
            Aku adalah salah satu siswi yang aktif dalam kegiatan Paskibra dan Vocal Group, sore ini jadwal yang harus aku ikuti adalah ekstrakulikuler Paskibra. Latihan dilaksanakan setelah sholat ashar hingga pukul 17.00 WIB, dan setelah itu para siswa diwajibkan meninggalkan sekolah. Kalaupun masih ada yang membandel, satpam sekolah terpaksa harus menertibkan nya.

            “Nis lo pulang sama siapa?” Tanya Syifa salah satu teman satu ekskul ku.
            “Hmm gue kayaknya pulang sendiri deh syif, lo bareng anak-anak kan?” Seruku.
            “Iya nih nis, lo mau bareng kita nggak ke depan gang sekolah?” Sahutnya.
            “Okdeh!” Jawabku dengan suara lantang.

            Akhirnya kami berjalan santai hingga keluar gang sekolah. Karena aku dan temanku tidak satu arah, jadi aku harus pulang sendiri. Beberapa lama kemudian angkutan umum yang akan mengantarku pulang pun tiba. Saat di perjalanan aku bermain game sambil mengenakan headset di telinga, supaya tidak terasa bosan. Saat sedang asyik bermain, ternyata sudah sampai di gang rumah ku. Aku segera turun dan membayar kepada pak supir.  Butuh waktu 10 menit berjalan dari gang sampai benar-benar tiba di rumah.

            “Assalamualaikum ibuuuuuu” Seruku sambil mencium tangan ibu.
            “Waalaikumsalam, langsung ganti baju ya sayang.” Pintanya.
“Iyaaa bu! Oiya kalau ada yang mencariku, bilang aja aku lagi ngerjain PR sekolah ya bu. Yaudah aku ke kamar dulu ya bu. mwaaahhhh” Jawabku sambil mencium keningnya.
“Iya sayang, jangan lupa makan dulu ya!” Seru nya.
“Iyaaaaa bu.” Sambil berlari ke kamar.

Beberapa jam kemudian dan tugas ku akhirnya selesai. Tetapi aku tetap tidak beranjak dari kamar. Mendengarkan musik dan bermain gitar di kamar adalah hobby ku sejak menjadi siswi SMK Harapan. Jika sudah bosan di kamar aku langsung ke ruang TV bersama ayah dan ibu ku. Saat sedang asyik nonton acara TV, jika sudah saatnya ayah dan ibu selalu mengingatkan ku untuk kembali ke kamar. Karena pukul 21.00 WIB adalah waktu tidur ku setiap harinya.

“Jangan lupa siapkan pelajaran untuk besok ya sayang. Ingat loh minggu depan kamu sudah ulangan akhir semester, jadi jaga kesehatan ya!” Pinta ibu kepadaku.
            “Iyaaa bu. Aku udah minum vitamin kok tadi setelah sholat.” Jelasku.
           
*Satu minggu kemudian~
Hari senin ini tidak ada upacara bendera seperti yang biasa dilakukan oleh SMK Harapan. Yaaapppss karena hari ini adalah ulangan akhir semester. Aku duduk bersama kakak kelas di jurusan Pemasaran, ia bernama Ilham. Satu ruangan di kelas tersebut hanya ada kelas X jurusan Akuntansi dan kelas XI jurusan Pemasaran. Tepat di barisan pertama paling pojok adalah tempat ku dan kak Ilham.
Seperti seorang pelajar biasa, banyak anak-anak yang bertanya kesana kemari demi mendapatkan kunci jawaban yang benar. Tetapi aku takut untuk melakukan itu, karena posisi duduk ku paling depan. Akhirnya aku berusaha untuk mengerjakan semua ulangan akhir semester dengan kemampuan ku. Tak sadar ada kakak kelas yang selalu memperhatikan ku. Dia berada di barisan ketiga bangku kedua. Tetapi tetap aku tak menghiraukannya.
UAS hari pertama sudah terlewatkan. Tepat setelah bel berbunyi aku segera meninggalkan ruangan kelas dan beranjak keluar dari sekolah. Aku pulang bersama Ayu, teman satu jurusan sekaligus satu arah denganku. Setelah sampai di gang, kami pun berjalan sambil membahas soal yang kami rasa sulit untuk dikerjakan. Beberapa saat kemudian, selagi berbincang ada seseorang yang tiba-tiba memanggil ku.

“Deeeekkk..Deeekkkk!!” Panggilnya.
            “Saya kak?” Sambil menengok dan menunjuk ke arahku sendiri.
            “Iya elo! Eh lo anak Harapan juga ya? Rumah lo dimana?” Tanya kakak kelas itu.
            “I...iya kak aku anak SMK Harapan. Rumah aku Jl. Mawar kak.” Jawabku gugup.
“Oalah kenalin nama gue Neo anak Harapan juga, kita sekelas kok pas ujian semester ini. Masa lo nggak tau sih?” Jawabnya.
“Ohh aku gatau kak hehe.” Sahutku.
“Dasaaar hahaha yaudah gih pulang, hatihati di jalan ya dek!” Pintanya.
“Hmm iya kak, aku duluan ya kak.” Jawabku.

*Sambil melanjutkan berbincang dengan Ayu~

“Itu siapa deh Yu? Lo kenal dia?” Tanya ku dengan wajah penasaran.
“Enggak. Gue kan nggak sekelas sama dia, lo kali yang sekelas. Masa lo nggak tau dia deh Nis?” Jawabnya.
“Serius gue beneran nggak kenal sama dia Yu. Ah udahlah biarin aja, nggak penting juga yakan hahaha.” Kata ku sambil bercanda.

Setibanya di rumah, tiba-tiba terdengar bunyi SMS di Handphone ku. Tetapi aku tidak menghiraukannya. Aku pun langsung ganti baju, sholat dan makan, karena cacing di perutku sudah tidak bisa berkompromi lagi. Setelah menghabiskan semua makanan, aku segera ke kamar untuk membaca SMS yang tadi belum sempat aku baca. Dan ternyata dari kak Neo.

“Hi.. Nisa lagi ngapain? Ini gue Neo. Gue dapet nomer lu dari Ivan temen lu. Nggak apa-apa kan kalo gue sms lu?” Isi pesan yang aku baca.
“Ohh hi juga kak Neo. Baru aja selesai makan nih. Oalah iya kak gapapa kok.” Balasku.

Sejak saat itu aku dan kak Neo menjadi dekat. Dia mulai mendekatiku di sekolah bahkan di luar sekolah. Karena rumah kami satu arah, dia pun sering mengantar dan menjemputku pulang saat aku ada kegiatan ekstrakulikuler. Tetapi aku tak pernah menganggap kebaikannya lebih. Karena aku hanya menganggapnya sebagai kakak kelas ku.
Saat ini memang aku sudah memutuskan hubungan aku dengan Bagus. Saat ini aku sedang tidak ingin ada hubungan serius dengan siapapun. Rasa kecewa yang aku dapati saat berpacaran dengan Bagus adalah alasan mengapa saat ini aku masih sendiri. Tetapi sekarang aku merasa sangat bahagia bersama teman-teman dan para sahabat yang selalu ada untukku. Menurutku, lebih baik sendiri bersama orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita, dari pada berdua tetapi selalu membuat hati kecewa.


∞∞

Tidak ada komentar:

Posting Komentar