Prolog : Di tengah keramaian taman disore hari, aku duduk dengan membawa
boneka yang kau berikan dulu. "Cayin" ya itulah nama panggilannya. Angin berhembus dan semakin erat pelukanku
untuk boneka cantik ini. Mengingat setiap tawa, canda dan duka yang pernah kita lewati bersama. Saat itu terasa dunia adalah milik kita:')
sahabatku.....
Walaupun banyak rintangan yang terkadang mendekat, namun dengan keikhlasan,
kepercayaan dan keyakinan yang tulus akan keabadian persahabatan. Sehingga kita
dapat berdiri dengan kokoh seperti saat ini. Semoga dengan Sepercik Harapan
yang selalu menemani setiap langkah dan dengan doa abadi yang selalu melekat di
hati, kita akan tetap dengan satu tujuan yaitu “Kesuksesan di Masa Depan”.
"assalamualaikum." seru ku sewaktu memasuki ruangan kelas.
"waalaikumsalam" jawab sebagian teman-teman yang mendengar suaraku.
Saat itu ada tugas yang diberikan oleh
guru pelajaran matematika. "kak lo udah ngerjain pr?" tanya caysie
kepadaku. "udah kok, tapi masih ada yang belum" jawabku. Kami pun tak
memperhatikan pr itu, karena teman kami yang bernama indah sedang dalam
perjalanan ke sekolah membawakan sesuatu untuk kami. "nis, coba deh lu sms
indah. tanya dia ada dimana? Katanya sih dia mau bawain sesuatu buat kita haha” seru Aqila.
“halloooo, sorry inong telat. Ini buat kalian.” Sapa indah sambil
memberikan 4 ice cream conello coklat kepada kami. “makasih inoooong.” Seruku,
caysie dan aqila sambil merebut ice cream itu dari genggamannya. Sebelum ice
cream itu benar-benar habis, kami pun tak lupa untuk mendokumentasikannya.
Bel masuk pun berbunyi, kringgggggg…
Seluruh siswa/siswi smk itu pun memulai aktifitasnya untuk belajar. Hingga
waktu pulang pun tiba. Seluruh penghuni smk itu satu persatu keluar dari
sekolah. Tapi tidak untuk para segerombolan siswa/siswi ini. Sebenarnya aku dan
temanku ingin membiasakan apa yang sudah biasa terjadi di smp dulu. Jika
saatnya pulang kami tak langsung pulang, melainkan duduk-duduk sambil ngobrol
sampai kami dipaksa untuk pulang. Ya memang kelihatannya tidak baik, tapi
menurut kami kebiasaan ini memberikan kebahagiaan tersendiri.
Ya itulah yang kami lakukan sebelum pulang. Aku, caysie, indah, satrio,
ridi, ahmad, anto, bahru, dan gemilang duduk dilapangan saat seluruh isi
sekolah sudah hampir sepi. Hanya tampak anak-anak ekskul dan anak OSIS yang
masih ada di sekolah.
“hai, kenapa kalian masih ada disini?” Ujar salah satu kakak kelas kita
yang kebetulan menjabat sebagai ketua MPK di sekolah dan sekaligus kakak
kelasku semasa smp. “iya ka, nanti kita pulang, kita masih pengen di sekolah.
Kaka mau gabung?” Jawab ridi. “kalo kaka gabung, nanti jadi kayak reonian smp
kita dulu dong. Engga deh kaka pulang duluan ya” Jelasnya.
Kami melanjutkan berbincang-bincang di tengah lapangan sekolah. Saat kami
berbincang-bincang tak ada rasa jenuh ataupun bosan. Tak terasa hari semakin
sore, kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Bulan demi bulan kita lewati bersama. Tiba saatnya salah satu dari kami
harus pergi untuk melaksanakan prakerin. Saat itu sangat berat bagi ku untuk
berpisah dengannya walaupun hanya 3 bulan lamanya. Seperti janji yang pernah
kita ucapkan bersama, bahwa kita akan
selalu bersama dan selalu ada ketika yang lain dari kita membutuhkannya.
Tepat seminggu saat teman kami pergi untuk pkl, kami ada tugas krlompok
yang harus diselesaikan bersama. Terdengar suara handphone ku berbunyi.
“kak lo dimana?” from caysie.
“gue udh otw nih. Janjian di aliks yaa..” jawab ku.
“oke hati-hati di jalan ya ka:*” balasnya.
“sipdeh, lu juga yaa;)” dariku.
Setelah 10 menit berlalu, akhirnya aku dan caysie bertemu di tempat janjian
kita tadi. Tak lama kami pun beranjak ke rumah aqila. Baiklah seperti aqila
yang kami kenal, saat liburan dia jarang sekali mandi pagi. Aqila menyambut kita dengan senyum diwajahnya.
“eitsss...tunggu
dulu, Indah mana nih?” kata aqila agak kesal.
“mungkin lagi dijalan kali, kayak baru kenal aja lo sama doi hahaha” nisa
menjawab sambil bercanda.
“hahaha bener tuh kakak! kalo jam segini Indah udah dateng, gue kasih applouse deh buat dia.” seru caysie.
Akhirnya kita memutuskan untuk tidur siang
terlebih dahulu sambil menunggu Indah yang tak kunjung datang. Well setelah
setengah jam kami merasa puas berbaring lelap dan yang ditunggu pun tiba.
“Assalamualaikummmm”
seru Indah.
“Waalaikumsalam,
eh Indah kok baru datang nak?” jawab mamah Aqila.
“Iya maaf tante akunya telat, tadi disuruh bebenah rumah dulu. Biasalah tante
mamah kan berangkat terlalu pagi jadi aku yang harus bebenah semua isi rumah”
timpalnya.
“Ohhh gitu, yaudah gih langsung aja ke kamar Aqila ya, udah ada Emce sama Caysie
juga kok” menyuruh dengan senyuman mautnya.
Dengan nafas yang masih sulit
diatur, indah pun bergegas ke kamar Aqila untuk menemui para sahabatnya. Ternyata
dia punya cara tersendiri untuk membangunkan kami dari tidur siang bolong hari
itu. Dan kami berhasil bangun dengan wajah yang hampir tidak karuan.
Setelah itu kami
bergegas untuk membersihkan wajah yang kelihatan lecek akibat tidur terlalu lelap. Dan kami pun berbincang layaknya
ibu yang sudah lama tidak bertemu dengan anaknya. Waktu menunjukan pukul 13.00
WIB. Karena sudah adzan, kami memutuskan untuk sholat Zuhur terlebih dahulu
Ya sekarang adalah
saatnya untuk kembali pada tujuan awal kita, yaitu membuat tugas Seni Tari
untuk tingkat SMK. Dan kami pun memutuskan untuk memilih lagu till the world ends, lagu dari Britney
Spears yang lagi nge-hitz dikalangan
remaja saat itu.
Rasa lelah pun sulit
dipungkiri saat kami selesai latihan, seiring dengan video Seni Tari yang telah
kami selesaikan. Tepat pukul 17.00 WIB kami kembali ke rumah masing-masing,
yapppps karena kami ingin selalu jadi anak yang disiplin dan sampai di rumah
tepat pada waktunya. Karena rumah Indah searah dengan ku, jadi aku memutuskan
untuk pulang dengan dia. Setelah menghabiskan waktu hampir 45 menit, akhirnya
tibalah aku dan Indah di rumah. Tak lama setelah pamitan dengan ibu ku
tercinta, Indah pun pulang. Dan membutuhkan 30 menit lagi dari rumah ku untuk
benar-benar sampai di rumah nya.
“nisaaaa, jangan lupa
matikan lampunya sebelum tidur nak!” teriak ibu.
“iya ibu, nanti aku
matikan lampunya” jawabku.
Seperti 2 hari sebelumnya,
hal yang rutin aku lakukan setiap malam adalah mendengarkan musik melow layaknya
kaula muda yang sedang galau. Lagu terakhir yang sayup-sayup kudengar sebelum
tidur Kangen sebuah lagu dari Dewa
19.
Created by Nisa Murni Cahyati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar