Kamis, 06 Maret 2014

Sepercik Harapan part I

Prolog : Di tengah keramaian taman disore hari, aku duduk dengan membawa boneka yang kau berikan dulu. "Cayin" ya itulah nama panggilannya. Angin berhembus dan semakin erat pelukanku untuk boneka cantik ini. Mengingat setiap tawa, canda dan duka yang pernah kita lewati bersama. Saat itu terasa dunia adalah milik kita:') sahabatku.....
Walaupun banyak rintangan yang terkadang mendekat, namun dengan keikhlasan, kepercayaan dan keyakinan yang tulus akan keabadian persahabatan. Sehingga kita dapat berdiri dengan kokoh seperti saat ini. Semoga dengan Sepercik Harapan yang selalu menemani setiap langkah dan dengan doa abadi yang selalu melekat di hati, kita akan tetap dengan satu tujuan yaitu “Kesuksesan di Masa Depan”.

"assalamualaikum." seru ku sewaktu memasuki ruangan kelas. "waalaikumsalam" jawab sebagian teman-teman yang mendengar suaraku.

Saat itu ada tugas yang diberikan oleh guru pelajaran matematika. "kak lo udah ngerjain pr?" tanya caysie kepadaku. "udah kok, tapi masih ada yang belum" jawabku. Kami pun tak memperhatikan pr itu, karena teman kami yang bernama indah sedang dalam perjalanan ke sekolah membawakan sesuatu untuk kami. "nis, coba deh lu sms indah. tanya dia ada dimana? Katanya sih dia mau bawain sesuatu buat kita haha” seru Aqila.

“halloooo, sorry inong telat. Ini buat kalian.” Sapa indah sambil memberikan 4 ice cream conello coklat kepada kami. “makasih inoooong.” Seruku, caysie dan aqila sambil merebut ice cream itu dari genggamannya. Sebelum ice cream itu benar-benar habis, kami pun tak lupa untuk mendokumentasikannya.

Bel masuk pun berbunyi, kringgggggg…
Seluruh siswa/siswi smk itu pun memulai aktifitasnya untuk belajar. Hingga waktu pulang pun tiba. Seluruh penghuni smk itu satu persatu keluar dari sekolah. Tapi tidak untuk para segerombolan siswa/siswi ini. Sebenarnya aku dan temanku ingin membiasakan apa yang sudah biasa terjadi di smp dulu. Jika saatnya pulang kami tak langsung pulang, melainkan duduk-duduk sambil ngobrol sampai kami dipaksa untuk pulang. Ya memang kelihatannya tidak baik, tapi menurut kami kebiasaan ini memberikan kebahagiaan tersendiri.
Ya itulah yang kami lakukan sebelum pulang. Aku, caysie, indah, satrio, ridi, ahmad, anto, bahru, dan gemilang duduk dilapangan saat seluruh isi sekolah sudah hampir sepi. Hanya tampak anak-anak ekskul dan anak OSIS yang masih ada di sekolah.

“hai, kenapa kalian masih ada disini?” Ujar salah satu kakak kelas kita yang kebetulan menjabat sebagai ketua MPK di sekolah dan sekaligus kakak kelasku semasa smp. “iya ka, nanti kita pulang, kita masih pengen di sekolah. Kaka mau gabung?” Jawab ridi. “kalo kaka gabung, nanti jadi kayak reonian smp kita dulu dong. Engga deh kaka pulang duluan ya” Jelasnya.

Kami melanjutkan berbincang-bincang di tengah lapangan sekolah. Saat kami berbincang-bincang tak ada rasa jenuh ataupun bosan. Tak terasa hari semakin sore, kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.

Bulan demi bulan kita lewati bersama. Tiba saatnya salah satu dari kami harus pergi untuk melaksanakan prakerin. Saat itu sangat berat bagi ku untuk berpisah dengannya walaupun hanya 3 bulan lamanya. Seperti janji yang pernah kita ucapkan bersama, bahwa kita akan selalu bersama dan selalu ada ketika yang lain dari kita membutuhkannya.

Tepat seminggu saat teman kami pergi untuk pkl, kami ada tugas krlompok yang harus diselesaikan bersama. Terdengar suara handphone ku berbunyi.

“kak lo dimana?” from caysie.
“gue udh otw nih. Janjian di aliks yaa..” jawab ku.
“oke hati-hati di jalan ya ka:*” balasnya.
“sipdeh, lu juga yaa;)” dariku.

Setelah 10 menit berlalu, akhirnya aku dan caysie bertemu di tempat janjian kita tadi. Tak lama kami pun beranjak ke rumah aqila. Baiklah seperti aqila yang kami kenal, saat liburan dia jarang sekali mandi pagi. Aqila menyambut kita dengan senyum diwajahnya.

            “eitsss...tunggu dulu, Indah mana nih?” kata aqila agak kesal.
“mungkin lagi dijalan kali, kayak baru kenal aja lo sama doi hahaha” nisa menjawab sambil bercanda.
“hahaha bener tuh kakak! kalo jam segini Indah udah dateng, gue kasih applouse deh buat dia.” seru caysie.

Akhirnya kita memutuskan untuk tidur siang terlebih dahulu sambil menunggu Indah yang tak kunjung datang. Well setelah setengah jam kami merasa puas berbaring lelap dan yang ditunggu pun tiba.

            “Assalamualaikummmm” seru Indah.
            “Waalaikumsalam, eh Indah kok baru datang nak?” jawab mamah Aqila.
“Iya maaf tante akunya telat, tadi disuruh bebenah rumah dulu. Biasalah tante mamah kan berangkat terlalu pagi jadi aku yang harus bebenah semua isi rumah” timpalnya.
“Ohhh gitu, yaudah gih langsung aja ke kamar Aqila ya, udah ada Emce sama Caysie juga kok” menyuruh dengan senyuman mautnya.

Dengan nafas yang masih sulit diatur, indah pun bergegas ke kamar Aqila untuk menemui para sahabatnya. Ternyata dia punya cara tersendiri untuk membangunkan kami dari tidur siang bolong hari itu. Dan kami berhasil bangun dengan wajah yang hampir tidak karuan.

Setelah itu kami bergegas untuk membersihkan wajah yang kelihatan lecek akibat tidur terlalu lelap. Dan kami pun berbincang layaknya ibu yang sudah lama tidak bertemu dengan anaknya. Waktu menunjukan pukul 13.00 WIB. Karena sudah adzan, kami memutuskan untuk sholat Zuhur terlebih dahulu

Ya sekarang adalah saatnya untuk kembali pada tujuan awal kita, yaitu membuat tugas Seni Tari untuk tingkat SMK. Dan kami pun memutuskan untuk memilih lagu till the world ends, lagu dari Britney Spears yang lagi nge-hitz dikalangan remaja saat itu.

Rasa lelah pun sulit dipungkiri saat kami selesai latihan, seiring dengan video Seni Tari yang telah kami selesaikan. Tepat pukul 17.00 WIB kami kembali ke rumah masing-masing, yapppps karena kami ingin selalu jadi anak yang disiplin dan sampai di rumah tepat pada waktunya. Karena rumah Indah searah dengan ku, jadi aku memutuskan untuk pulang dengan dia. Setelah menghabiskan waktu hampir 45 menit, akhirnya tibalah aku dan Indah di rumah. Tak lama setelah pamitan dengan ibu ku tercinta, Indah pun pulang. Dan membutuhkan 30 menit lagi dari rumah ku untuk benar-benar sampai di rumah nya.

“nisaaaa, jangan lupa matikan lampunya sebelum tidur nak!” teriak ibu.
“iya ibu, nanti aku matikan lampunya” jawabku.


Seperti 2 hari sebelumnya, hal yang rutin aku lakukan setiap malam adalah mendengarkan musik melow layaknya kaula muda yang sedang galau. Lagu terakhir yang sayup-sayup kudengar sebelum tidur Kangen sebuah lagu dari Dewa 19.
Created by Nisa Murni Cahyati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar